Konsep Pendidikan yang Memanusiakan Semuanya

by Umniyati Kowi

(Persembahan di hari milad Munif Chatib)

Betapa bahagianya seorang anak, jika ia berada di Sekolahnya Manusia, di dalam Kelasnya Manusia, mendapatkan Gurunya Manusia dan sepulang sekolah diasuh oleh Orangtuanya Manusia.

 

Hari ini, 5 Juli, adalah hari milad-nya Munif Chatib, konsultan pendidikan dan penulis buku best seller. Tak sengaja saya mengetahuinya saat sedang mem-browsing artikel beliau di websitenya http://www.munifchatib.com.

Semoga panjang umur Pak Munif. Dari lubuk hati terdalam saya mendoakan beliau dianugerahi Allah SWT usia yang panjang. Agar dapat terus berbagi ilmu pendidikan kepada kita semua. Para orang tua, guru, pelajar, dan siapa pun yang mendambakan generasi penerus yang berkualitas.

Nama Munif Chatib mungkin belum sepopuler Arief Rahman, Elly Risman atau Ayah Edi. Munif baru bersinar tiga tahun belakangan setelah menelurkan lima buku best sellernya.

Sejak buku pertamanya bertajuk “Sekolahnya Manusia” terbit, nama Munif pelan tapi pasti mulai meroket. Pemikirannya memberikan wawasan baru tentang konsep mendidik. Konsep yang mengajarkan bahwa setiap anak adalah bintang. Semua anak cerdas dan setiap mereka berpotensi. Dengan pemahaman itu, setiap orang tua dan guru bisa memberikan stimulus dan lingkungan yang tepat sesuai bakat dan minat setiap anak.

Saya sendiri belum lama mengetahui sosok beliau. Mengenalnya pun berkat jasa sekolah anak saya, SDIT Cordova, yang sudah dua tahun belakangan rajin mengundangnya sebagai pembicara di acara tahunan sekolah.

Sejak itu, saya seolah mendapatkan mentor baru dalam mendidik. Konsep pengajarannya bahwa “Semua Anak adalah Spesial” sangat inspiratif. Menjadi panduan yang berharga saat saya menjadi pengajar SD, Bimbel atau saat mengelola Sekolah Musik.

 

Dari Sekolahnya Manusia sampai Orangtuanya Manusia

Episode best seller Munif Chatib dimulai sejak 2009 saat ia meluncurkan buku pertama “Sekolahnya Manusia”.

Isi buku ini sederhana tapi sarat gagasan brilian. Dengan gaya ringan Munif menjelaskan perlunya sekolah menerapkan konsep Multiple Intelligences (MI). Konsep MI menekankan tidak ada peserta didik yang bodoh. Setiap anak punya kecerdasan yang berbeda-beda, tidak terbatas pada kecerdasan intelektual yang selama ini kita pahami. Dengan metode ini, baik guru, orangtua, dan sekolah, bisa mengembangkan bakat dan kemampuan anak sesuai kecerdasan yang mereka miliki.

Konsep MI sudah dimulai sejak penerimaan siswa baru, yang tidak melakukan seleksi melalui tes tapi menggunakan metode MIR (Multiple Intelligences Research). Dengan MIR, sekolah sudah sejak awal memotret kecerdasan masing-masing siswanya. Baru setelah itu sekolah menerapkan konsep pembelajaran MIS (Multiple Intelligences System) dengan menghadirkan proses belajar yang menyenangkan, menarik, dan memotivasi. Guru juga dituntut semakin kreatif, dan para orang tua didorong untuk semakin memahami anak-anaknya. Sehingga, terciptalah konsep keterlibatan semua pihak dalam proses pengajaran anak.

Bulan Mei 2011, Munif meluncurkan buku keduanya “Gurunya Manusia”. Kata Munif, jika buku “Sekolahnya Manusia” ibarat piring, maka “Gurunya Manusia” adalah isinya.

Di buku ini Munif mengulas konsep, tips dan contoh menjadi guru sejati. Yakni, guru yang dirindukan siswa dan profesional dalam menjalankan Sekolahnya Manusia. Caranya, dengan mengajak guru fokus kepada kondisi siswa, belajar bagaimana mengajar yang menyenangkan, menjelajah kemampuan siswa, memandang semua murid adalah juara, dan menjadikan orang tua murid sebagai sahabat guru dan sekolah.

Seolah tak ingin rehat terlalu lama, pada 2012 ia meluncurkan buku ketiganya “Sekolah Anak-anak Juara”. Buku yang disusun bersama Alamsyah Said menitikberatkan pada proses pengajaran yang berkualitas.  Dengan cara ini sekolah dan guru tidak perlu rewel menuntut kecerdasan anak sejak awal, tetapi justru berperan pada prosesnya untuk menghasilkan output siswa yang cerdas.

Masih di tahun yang sama, terbitlah buku keempat “Orangtuanya Manusia”. Di sini ia memandu orangtua untuk melihat keistimewaan setiap anak dan menerapkan metode yang tepat dalam mendidik mereka.

Misalnya, memandu dalam mengidentifikasi bakat dan minat anak, memberi stimulus dan lingkungan yang tepat untuk melejitkan kecerdasan anak, dan tak kalah penting, membangkitkan rasa percaya diri anak.

Cara mengidentifikasi bakat anak dengan mengamati kegiatan dimana anak merasa nyaman melakukannya. Orang tua jangan memaksa anak melakukan hal yang tidak ia sukai walaupun menurut kita itu baik.

Membangkitkan rasa percaya diri anak juga sangat penting. Melalui stimulus yang positif anak belajar memandang dirinya secara positif pula. Bila kita suka mengatai anak kita bodoh karena nilai ulangannya jelek, lama-lama dia akan mengamini bahwa dia memang bodoh.

Di atas semua itu tentunya adalah rasa syukur orang tua atas karunia anak yang Allah titipkan. Karena percaya semua anak itu istimewa, maka selayaknya orang tua memperlakukan anak-anaknya dengan istimewa pula.

Munif seolah tak henti berkarya. Tahun ini dia mengeluarkan buku baru “Kelasnya Manusia”. Saya sendiri belum membaca buku itu, tapi bertekad untuk segera mendapatkannya.

Lengkap sudah konsep “Sekolah Manusianya” ala Munif. Betapa bahagianya seorang anak, jika ia berada di Sekolahnya Manusia, di Kelasnya Manusia, mendapatkan Gurunya Manusia dan sepulang sekolah mendapati Orangtuanya Manusia.

Pantaslah jika Anies Baswedan, Ketua “Gerakan Indonesia Mengajar” menyebut Munif sebagai seseorang yang sangat committed pada pengembangan pendidikan. “Hati dan pikiran pak Munif ada di pendidikan,” kata Anies. Munif kini dipercaya menjadi salah satu trainer pengajar muda pada “Program Indonesia Mengajar” yang digagas Anies Baswedan.

Semoga kontribusi Munif di Program “Indonesia Mengajar” bisa menelurkan para Munif muda yang tak kalah berkilau. Yang kaya akan ide-ide brilian untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Selamat milad Pak Munif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s